Rabu, 12 September 2018

TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI


TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI
Sebelum kita berkenalan lebih jauh dengan Tri Dharma perguruan tinggi, maka sebelumnya kita perlu tau dulu definisi dari istilah ini. Kalau kita jabarkan secara bahasa, maka kita bisa mengartikan kata-katanya satu persatu. Di mana kata “Tri” yang berasal dari bahasa Sansakerta berarti tiga dan “Dharma” yang juga dari bahasa Sansakerta mengandung arti kewajiban. Jika mengacu pada arti dua kata di awal, maka bisa didefinisikan bahwa Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah tiga kewajiban perguruan tinggi. Tapi, ini adalah definisi secara bahasa. Nah, jika didefinisikan secara istilah, Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan tiga hal yang harus dimiliki atau harus ada di sebuah perguruan tinggi saat aktivitas akademik berlangsung. Dan tiga hal tersebut merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan dan dikembangkan secara berkesinambungan oleh seluruh civitas akademika di antaranya dosen dan mahasiswa. Idealnya Tri Dharma Perguruan Tinggi ini terinternalisasi ke dalam jiwa seluruh civitas akademika, sehingga istilah ini bukan hanya slogan atau jargon belaka. Namun hal inipun menjadi budaya yang disadari oleh semuanya. Dengan begitu, maka cita-cita dari Tri Dharma Perguruan Tinggi ini akan terwujud dan terimplementasikan dengan baik. Lalu, sebenarnya apa saja sih isi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi itu?
ISI TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI
Setelah berbicara panjang lebar mengenai apa itu definisi Tri Dharma Perguruan Tinggi, maka untuk lebih memahaminya lagi. Kita perlu mengetahui isi dari Tri Dharma Perguruan tinggi ini. Isi Tri Dharma ini ada tiga, dan ketiga isinya merupakan landasan dari sebuah perguruan tinggi yang terdiri dari:
1. PENDIDIKAN
Bangsa Indonesia ini membutuhkan kaum intelektual, yang kelak bisa membangun bangsa ini menjadi lebih maju lagi. Dan salah satu kaum intelektual yang jumlahnya semakin bertambah banyak adalah mahasiswa. Nah, untuk mencetak generasi intelektual yang berbudi luhur serta memiliki sudut pandang yang baik terhadap dunia, maka perguruan tinggi membutuhkan sistem pendidikan yang baik.
Sistem pendidikan yang baik dan komprehensif di perguruan tinggi tentunya tidak hanya sekedar transfer ilmu dari dosen ke mahasiswanya saja. Tapi peran mendidik pun tetap harus menjadi tanggung jawab dosen sebagai tenaga pendidik di perguruan tinggi tersebut. Jadi amatlah tidak benar, jika ada dosen yang lebih mengutamakan kepentingannya dibandingkan kepentingan para mahasiswanya.
2. PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
Selain sebagai sebuah wadah atau sistem pendidikan, perguruan tinggi pun memiliki kewajiban untuk melakukan penelitian dan pengembangan. Terkait ilmu-ilmu yang diampu di perguruan tinggi tersebut. Sehingga peran perguruan tinggi tidak hanya men-transfer ilmu yang sudah tersedia saja, namun perlu mengembangkannya lagi melalui berbagai kegiatan penelitian.
Kewajiban meneliti di perguruan tinggi tidak hanya ditujukan kepada mahasiswanya saja, tapi para dosennya pun memiliki kewajiban yang sama. Tapi bedanya jika mahasiswa melakukannya sebagai syarat kelulusan dengan mengimplementasikan ilmu yang didapat melalui penelitian, sedangkan kalau dosen menjadi prasyarat yang terkait dengan jenjang karir. Namun tujuan utamanya tetap untuk pengembangan ilmu yang ada dan penelitian hal-hal baru.
3. PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Isi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ketiga adalah pengabdian pada masyarakat. Siapa yang bertanggung jawab untuk mengabdi? Yang bertanggung jawab untuk mengabdi ke masyarakat tentunya seluruh civitas akedemika perguruan tinggi tersebut. Namun masing-masing tentunya mengabdi dengan cara yang berbeda.
Bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, misalnya melalui organisasi-organisasi kemahasiswaan, entah itu dalam bentuk bakti sosial, penyuluhan, pendampingan masyarakat atau hal lainnya. Nah, sedangkan bentuk pengabdian para dosennya bisa dalam bentuk jurnal-jurnal penelitian yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat secara luas atau penemuan-penemuan yang pada akhirnya membantu masyarakat.
PENERAPAN DAN CONTOH TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI
Secara sekilas, kita sebenarnya sudah bisa mendapatkan gambaran praktis mengenai penerapan isi Tri Dharma Perguruan Tinggi di atas. Nampaknya mungkin sangat sederhana penerapannya, namun hal tersebut tidak akan bisa terwujud dengan optimal jika tidak ada sistem yang terbangun di perguruan tinggi tersebut.
Tri Dharma Perguruan tinggi merupakan satu kesatuan yang saling terkait. Ketiganya akan saling mempengaruhi. Oleh karena itu landasan pendidikan dan ilmu perlu diperkuat dengan sistem pengajaran yang baik di kelas serta membangun budaya pendidikan yang positif. Misalnya dengan mengembangkan budaya diskusi, sehingga sikap kritis mahasiswa tergali. Setelah proses ini terlampaui, barulah penelitian dan pengembangan, serta pemberdayaan masyarakat juga bisa terimplementasi sesuai dengan harapan dan cita-cita Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dilihat dari pilar tri dharma perguruan tinggi, sekarang ini mahasiswa seolah lupa akan fungsi atau perannya sebagai pembangun perubahan bangsa. Mereka seolah menutup mata, telinga dan mulut mereka ketika disuruh membela rakyat. Sikap apatis ini yang sering kita jumpai pada mahasiswa sekarang ini. Mereka berpikir bahwa tujuan mereka kuliah hanya untuk belajar saja. Mereka mengabaikan peran mereka lainnya seperti pengabdian pada rakyat. Seringkali sebagian dari mereka yang bersikap apatis tersebut mencibir mahasiswa lain yang sedang melaksanakan peran mereka sebagai penyambung lidah rakyat. Yang mereka katakan adalah “untuk apa kalian capai-capai melakukan aksi? Hanya membuang-buang waktu saja. Waktu yang seharusnya kalian guna untuk fokus belajar kalian gunakan untuk hal yang tidak berguna seperti itu”. Padahal tanpa mereka sadari yang sedang teman-teman mereka lakukan adalah membela hak rakyat yang didalamnya termasuk orang tua dan keluarga mereka. Membenahi segala kebijakan yang tidak pro rakyat, berusaha membangun Indonesia yang lebih baik, apakah itu semua hal yang sia-sia? Menurut saya tidak. Bagi saya membela rakyat adala sebuah keharusan, karena selama ini kita, saya dan kalian semua dapat menuntut ilmu sampai ketingkat universitas karena adanya kontribusi atau sumbangan. Oleh karena itu, untuk membanun rasa cinta tanah air dan rakyat didalam diri seorang mahasiswa yang pertama harus kita lakukan adalah menanamkan nilai-nilai pancasila pada diri kita sebagai mahasiswa. Karena dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai pancasila tersebut maka dengan sendirinya kita akan merasakan bahwa rasa nasionalisme itu perlu, membela rakyat itu harus dan kita juga harus benar-benar memahami peran kita sebagai mahasiswa. Dengan demikian kita harus menerapkan Tridharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, penelitian dan pengembangan, serta pengapdian pada masyarakat. Sehingga kita bisa bersama-sama membangun perubahan terhadap Indonesia, perubahan yang lebih baik untuk Indonesia tercinta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar